Laboratorium Alam Restorasi Gambut
1.    Lab. Alam Gambut Tanjung Leban


Gambar
1. Lab Alam Gambut Tanjung Leban, bukti nyata
keberhasilan restorasi gambut bersama masyarakat yang bisa diambil banyak
pembelajaran
2.    Lab. Alam Gambut Meranti
Lokasi ini pada awalnya merupakan area demplot restorasi gambut yang dibentuk melalui intervensi tim peneliti dari Pusat Unggulan Iptek Gambut dan Kebencanaan (PUI-GK) bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) pada tahun 2017. Sejak saat itu, berbagai kegiatan riset aksi telah dilakukan di lokasi ini, termasuk inovasi teknik penyekatan kanal untuk pembasahan ulang lahan gambut, uji coba penanaman berbagai jenis komoditas tanaman, budidaya ikan yang disesuaikan dengan kondisi lahan gambut, serta penerapan pendekatan sosial untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya restorasi berkelanjutan.
Seiring waktu, kawasan ini berkembang menjadi sebuah laboratorium alam yang tidak hanya berfungsi sebagai lokasi penelitian, tetapi juga dimanfaatkan secara luas untuk kegiatan kuliah lapangan dan pelatihan teknis oleh berbagai institusi (Gambar 4). Peran strategis laboratorium alam ini dalam mendukung restorasi berbasis ilmu pengetahuan mendapat perhatian internasional. Pada tanggal 13–16 November 2018, lokasi ini dikunjungi dan mendapat apresiasi dari komunitas internasional pemerhati gambut (Gambar 5), antara lain dari International Peatland Society (IPS), Japan Peatland Society (JPS), United Nations for Disaster Preparedness (UNDP), Badan Litbang dan Inovasi Kehutanan (FORDIA), Research Institute for Humanity and Nature (RIHN), serta Himpunan Gambut Indonesia (HGI).
Gambar 4 Pelaksanaan Diklat tentang
pengelolaan ekosistem gambut oleh KLHK di Laboratorium Alam UNRI-BRG, Desa
Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti
Gambar 5 Pelaksanaan 2nd Tropical
Peatland Roundtable, ajang pertemuan para peneliti gambut dunia di Batam yang
melakukan kunjungan lapangan ke Lab. Alam Gambut Meranti
3.    Lab. Alam Gambut Bengkalis.

Â