Sejarah PUI GK
Center for Peatland & Disaster Studies (CPDS) berawal dari pembentukan Satuan Tugas Bencana Kabut Asap (STBA) pada tahun 2014, sebagai respons darurat terhadap kebakaran lahan gambut yang meluas dan menyebabkan bencana kabut asap di Riau. Menyadari perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, pada 22 April 2014 STBA secara resmi bertransformasi menjadi Pusat Studi Bencana (PSB), berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Riau (No. 17/UN19/KP/2015).
Perjalanan ini terus berkembang, dan pada 13 April 2023 PSB berevolusi menjadi Center for Peatland & Disaster Studies (CPDS) sebagai Pusat Unggulan Iptek – Gambut dan Kebencanaan (PUI-GK). CPDS memfokuskan diri pada action research di bidang gambut dan kebencanaan, dengan misi menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan untuk mitigasi dan adaptasi.
Sebagai bentuk pengakuan nasional, CPDS telah dikukuhkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai salah satu Pusat Unggulan Iptek (PUI) di Indonesia dalam bidang riset gambut dan kebencanaan. Pengakuan ini menegaskan peran strategis CPDS sebagai pusat penelitian dan inovasi yang berkontribusi pada pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan di tingkat nasional.
Di kancah internasional, pada 6 Juni 2024 CPDS resmi menjadi anggota Global Peatland Initiative (GPI), sebuah jejaring global yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keanggotaan ini menegaskan peran CPDS dalam kolaborasi global untuk perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut yang berharga.

