Produk Unggulan

PUI-GK telah memiliki produk-produk unggulan yang dihasilkan melalui riset aksi yang dilakukannya sejak tahun 2014, diantaranya adalah:

1. MONALAGA.
MONALAGA singkatan dari Model Neraca Air Lahan Gambut, merupakan model hidrologi yang bisa digunakan untuk analisis neraca air khusus untuk di lahan gambut. Analisis neraca air di lahan gambut tidak bisa dilakukan secara konvensional seperti di lahan mineral, karena mengalami proses hidrologi yang berbeda akibat kharakteristik khas dari lahan gambut. Kondisi neraca air lahan gambut adalah kunci sebagai dasar dalam perencanaan perlindungan dan pengelolaan lahan gambut terkait dengan regulasi Pemerintah Indonesia untuk menjaga TMAT 0.4 m.

Dengan Model ini bisa diketahui:
     1. Kapan bulan-bulan kering dan basah dalam satu tahun hingga 10 tahun.
     2. Bagaimana dampak pembangunan IPG atau sekat kanal yang telah dibangun di lahan gambut.
     3. Bagaimana sekenario dampak implementasi penyekatan kanal sehingga bisa dihasilkan perencanaan IPG yang optimal.
     4. Secara umum untuk dasar perencanaan tata air yang optimal.

Track Record Implementasi MONALAGA
     1. PTPN-3 Riau, Kebun Kelapa Sawit Air Molek, Perencanaan Tata Air berbasis Neraca Air (2024)
     2. KPSHK, Penyusunan Model Hidrologi Kawasan Hutan Desa, Kec. Kahayan Hilir, Kab. Pulang Pisau, Kalteng (2024)
     3. BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) untuk model neraca air di 80 KHG di Indonesia (2023).
     4. Neraca Air Kebun Kelapa Sawit di lahan gambut PT. Bumi Palma Lestari Persada, Indragiri Hilir, Riau (2022).
     5. BRGM, Penyusunan Neraca Air KHG S.Saleh-S.Sugihan, Sumatera Selatan (2022)
     6. Prediksi GWL lahan gambut Kuankrange Ladscape, Thailand (2022)
     7. BRGM, Penyusunan Neraca Air KHG Pulau Bengkalis, Riau (2021)
     8. BRGM, Penyusunan Neraca Air KHG Pulau Tebing Tinggi, Riau (2020)

2. Pengetahuan Restorasi Gambut
Para peneliti CPDS sudah banyak melakukan riset aksi Restorasi Gambut bahkan sejak CPDS belum berdiri. Pada gambar di bawah ini ditunjukkan perjalanan riset aksi yang telah dilakukan sejak 2008 hingga 2022 pada suatu kawasan lahan gambut yang awalnya mengalami degradasi sangat masif. Melalui pendekatan 3R (Rewetting, Revegetation, dan Revitalization of Local Livelihood) kegiatan riset aksi restorasi gambut dilakukan secara kontinyu pada lokasi tersebut. Progress pada masing-masing tahapan kegiatan diilustrasikan pada gambar-gambar tersebut.

3. Model Konstruksi di Atas Tanah Gambut
Tahun 2020, CPDS mendapat pendanaan dari UNOPS (United Nations Organization for Project Services) untuk membuat fasilitas yang bisa digunakan sebagai Knowledge sharing facility for Peatland Restoration pada lokasi lahan gambut yang telah berhasil direstorasi. Konstruksi bangunan dibuat di atas tanah gambut dengan kedalaman gambut kurang lebih 7 m. Mengingat material gambut adalah material organik yang memiliki daya dukung untuk konstruksi sangat rendah, maka dibutuhkan teknologi konstruksi yang khusus supaya bangunan bisa berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kegagalan konstruksi. Pada poster berikut ini disajikan model desain dan tahapan pelaksanaan konstruksi di atas tanah gambut tersebut.