Tim peneliti Universitas Riau (UNRI) yang tergabung dalam PUI Gambut dan Kebencanaan (Center for Peatland and Disaster Studies, CPDS), Politeknik Negeri Bengkalis (POLBENG), dan Yamaguchi University (Jepang) meraih WET Excellent Paper Award dari Japan Society on Water Environment (JSWE). Penghargaan ini diberikan JSWE dua kali dalam setahun dan dipilih dari sekitar 40 nominasi, sehingga capaian ini menunjukkan pengakuan yang sangat bergengsi bagi kualitas riset kolaboratif PUI Gambut dan Kebencanaan LPPM-UNRI di kancah internasional.

A group of men holding papers

AI-generated content may be incorrect.

 

 

Apa yang ditemukan?

Riau memiliki lahan gambut tropis yang sangat luas, sekitar 4,9 juta hektar, sehingga penelitian terkait ekosistem gambut sangat penting. Peneliti dari Universitas Riau (UNRI), Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), dan Yamaguchi University menemukan fenomena menarik di pesisir gambut Bengkalis akibat adanya abrasi pantai gambut: air tanah yang mengalir dari tebing gambut menghasilkan buih alami di sepanjang garis pantai. Buih ini bertindak seperti pelampung alami yang mengangkat partikel-partikel gambut halus ke permukaan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan buih tersebut mempengaruhi penguraian dan pergerakan material gambut di pesisir. Temuan unik tersebut menjadi sorotan karena dapat mengubah pemahaman kita tentang bagaimana serpihan gambut terdegradasi dan berpindah di lingkungan pantai.

Konsorsium Riset dan Penghargaan JSWE

Penelitian lapangan dan laboratorium ini dilakukan oleh tim riset internasional lintas institusi. Tim Indonesia dipimpin oleh Dr. Eng. Sigit Sutikno, ST., MT yang juga merupakan Ketua CPDS-UNRI dan melibatkan Drs. Ahmad Muhammad, M.Si (UNRI), Muhamad Yusa, PhD (UNRI), serta Hendra Saputra, ST., MT (Polbeng). Mereka bekerja sama dengan Profesor Koichi Yamamoto dan rekan-rekan dari Yamaguchi University di Jepang. Dengan menyatukan keahlian peneliti lokal dan Jepang, riset ini menghasilkan publikasi berjudul “Flotation of Peat Particles by Dissolved Organic Matter Eluted from the Re-Deposited Tropical Peat in Tropical Peatland Coast”. Paper tersebut kemudian meraih penghargaan bergengsi WET Excellent Paper Award dari Japan Society on Water Environment (JSWE). Penghargaan ini diberikan untuk paper terbaik dalam konferensi internasional Water and Environment Technology (WET), menunjukkan pengakuan internasional atas capaian riset tim gabungan tersebut.

 

Signifikansi Penemuan dan Kolaborasi Internasional

Temuan buih alami di pantai gambut Bengkalis memiliki implikasi penting bagi pemahaman lingkungan pesisir gambut. Dengan kenaikan muka air laut dan perubahan iklim, lahan gambut pesisir Riau menjadi semakin rentan terhadap abrasi dan degradasi. Mengetahui bahwa buih alami dapat membawa potongan gambut lebih lama di permukaan membantu para peneliti memahami proses degradasi karbon di kawasan ini. Hasil riset ini menegaskan pentingnya kolaborasi internasional: kerja sama UNRI–Polbeng dengan Yamaguchi University menggabungkan ilmu dan teknologi dari dua negara untuk menyelidiki ekosistem gambut tropis. UNRI memang sudah lama berkolaborasi dengan institusi global seperti Universitas Yamaguchi dan Universitas Kyoto dalam riset gambut. Penelitian ini menunjukkan bagaimana sinergi riset internasional dapat memberikan wawasan baru yang krusial bagi perlindungan ekosistem gambut tropis di masa depan.

 

No photo description available.

 

A group of people sitting at a table

AI-generated content may be incorrect.