PUI Gambut dan Kebencanaan UNRI Berperan Aktif dalam Konsolidasi dan Pencermatan Rancangan Kegiatan PRM Provinsi Riau 2024
Pekanbaru, 7–8 Agustus 2025 – Ketua Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Gambut dan Kebencanaan – LPPM Universitas Riau, Dr. Sigit Sutikno, menjadi narasumber kunci dalam Rapat Konsolidasi dan Pencermatan Rancangan Kegiatan (RK) Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PRM) Provinsi Riau Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Rehabilitasi Mangrove, Direktorat Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Kehutanan RI.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel The Zuri, Pekanbaru ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan perwakilan kelompok masyarakat. Tujuannya adalah memastikan keselarasan, ketepatan lokasi, serta integrasi kegiatan rehabilitasi mangrove di Riau untuk intervensi tahun 2025–2027.
Peran CPDS – Universitas Riau dalam PRM Provinsi Riau
Dalam paparannya, Dr. Sigit Sutikno menjelaskan bahwa PUI Gambut dan Kebencanaan melalui Center for Peatland and Disaster Studies (CPDS) telah berperan aktif dalam penyusunan Rancangan Kegiatan PRM Provinsi Riau 2024, meliputi: Penyusunan RK PRM untuk skema swakelola tipe-1 dan tipe-2; Penyusunan Roadmap Rehabilitasi Mangrove Desa Kuala Selat, Kabupaten Indragiri Hilir; Pelibatan tim lapangan yang terdiri dari dosen, peneliti, mahasiswa S1 dan S2, serta mitra lokal, dengan total luasan rancangan kegiatan mencapai 3.001 hektare yang tersebar di lima kabupaten: Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, dan Pelalawan.
Keterlibatan PPIU Provinsi Riau
Sebagai eksekutor lapangan program PRM, Project Preparation and Implementation Unit (PPIU) Provinsi Riau memegang peran strategis dalam mengawal seluruh tahapan implementasi di wilayah. PPIU memastikan kesesuaian lokasi dan spesifikasi teknis penanaman mangrove, serta memfasilitasi koordinasi antara tim teknis, kelompok masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi erat antara PPIU dan CPDS – Universitas Riau menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyusunan dan verifikasi Rancangan Kegiatan.
Isu Strategis dan Tantangan
Paparan juga menyoroti berbagai kendala teknis di lapangan, seperti: Perubahan alih fungsi lahan menjadi perkebunan, Kondisi biofisik yang tidak memenuhi kriteria penanaman mangrove, Dualisme kepemilikan lahan di beberapa lokasi, Tumpang tindih dengan program rehabilitasi sebelumnya. Dr. Sigit menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data ilmiah, kolaborasi multipihak, dan partisipasi masyarakat local untuk memastikan keberhasilan program PRM di Riau.
Kolaborasi untuk Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar pihak dalam menjaga ekosistem mangrove yang memiliki peran vital dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan garis pantai, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan keterlibatan aktif PUI Gambut dan Kebencanaan – UNRI bersama PPIU Provinsi Riau, diharapkan upaya percepatan rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Galeri Kegiatan

Ketua PUI Gambut dan Kebencanaan – Universitas Riau, Dr. Sigit Sutikno, memaparkan peran CPDS dalam penyusunan Rancangan Kegiatan PRM Provinsi Riau 2024 pada sesi diskusi teknis di Hotel The Zuri, Pekanbaru.

Suasana Rapat Konsolidasi dan Pencermatan RK PRM Provinsi Riau 2024 yang dihadiri perwakilan Kementerian Kehutanan RI, PPIU Provinsi Riau, perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat.